Senin, 17 Mei 2021

Penerapan Manajemen Proyek (Studi Kasus: Pembangunan Jalan Tol Parapat - Tarutung - Sibolga)

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Manajemen Proyek Rekayasa (Engineering Project Management).


Tahukah kamu apa itu Manajemen Proyek? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Manajemen proyek terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan proyek. Kedua kata tersebut merupakan istilah yang berbeda. Manajemen berasal dari kata to manage, yang berarti mengelola. Robbins dan Coulter (2002:6) mendefinisikan manajemen sebagai: “…as the process of coordinating work activities so that they are completed efficiently and effectively with and through other people”. Artinya manajemen adalah suatu proses pengoordinasian pekerjaan sehingga semua pekerjaan tersebut dapat disempurnakan dengan dan melalui orang lain secara efektif dan efisien. Sedangkan proyek ialah suatu rangkaian kegiatan yang bersifat khusus untuk mencapai hasil yang bersifat khusus pula. Suatu proyek bukanlah suatu kegiatan rutin yang dilakukan terus menerus, melainkan hanya menyangkut suatu jangka waktu tertentu saja. Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek adalah manajemen yang diterapkan pada suatu proyek untuk mencapai suatu hasil tertentu, atau, manajemen proyek adalah suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengoordinasian (coordinating), dan mengadakan pengawasan (controlling) terhadap orang dan barang untuk mencapai tujuan tertentu dari suatu proyek.

 

Manajemen proyek dapat diterapkan dalam beberapa bidang manajeemn proyek, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Proyek konstruksi, seperti pembangunan gedung, jalan raya, jalan tol, jembatan, jalur transportasi dan fasilitas publik
  • Proyek manufaktur, seperti kegiatan menciptakan sebuah produk atau jasa yang dimulai dari tahap perencangan pengembagan atau perbaikan suatu produk atau jasa agar kualitasnya meningkat
  • Proyek penelitian, seperti kegiatan pengembangan atau perbaikan suatu produk atau jasa agar kualitasnya meningkat
  • Proyek padat modal, seperti kegiatan pengadaan atau pembelian suatu produk atau jasa, dan pembebasan tanah

Salah satu proyek di Sumatera Utara yang dapat menerapkan konsep manajemen proyek adalah proyek pembangunan Jalan Tol Parapat-Tarutung-Sibolga. Tol Parapat-Tarutung-Sibolga akan membuat wilayah Tapanuli Raya terkoneksi dengan kawasan pariwisata Danau Toba, ke Medan, ke Kuala Namu, ke Pelabuhan Belawan, ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan bahkan ke depan terkoneksi dengan tol Trans Sumatra, yang semuanya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi antar wilayah.

Salah satu titik jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat yang sedang dibangun saat ini. PT Hutama Karya tetap berencana membangun jalan tol Parapat-Tarutung-Sibolga dan ditargetkan beroperasi 2028. (hutamakarya/dok)

 

Project Management Knowledge Areas (PMBOK)

PMBOK merupakan seperangkat terminologi standar dan pedoman untuk manajemen proyek yang diterbitkan dan diperbarui oleh The Project Management Institute (PMI). Bidang pengetahuan (knowledge area) manajemen proyek bertepatan dengan kelompok proses (process group), yang merupakan inisiasi proyek (initiating process group), perencanaan proyek (planning process group), pelaksanaan proyek (executing process group), pemantauan dan pengendalian (monitoring & controlling process group), dan penutupan proyek (closing process group).

 

1. Manajement Integrasi Proyek (Project Integration Management)

Sebelum memulai sebuah proyek, terlebih dahulu menyiapkan dokumen yang berisi rencana manajemen proyek, yang dikembangkan sebagai peta jalan proyek agar proyek mencapai akhir yang sukses. Setelah dibuat dan disetujui oleh pemangku kepentingan (stakeholder), kemudian akan dipantau melalui blog perusahaan saat proyek berlangsung. Salah satu software yang dapat digunakan selama pengerjaan proyek adalah ProjectManager.com, dimana software ini dapat membantu project manager melacak rencana proyek ini. Area integrasi proyek juga mencakup pengarahan dan pengelolaan pekerjaan proyek. Proses ini dipantau, dianalisis, dan dilaporkan untuk mengidentifikasi dan mengontrol setiap perubahan atau masalah yang mungkin terjadi selama pelaksanaan proyek. Area ini juga merupakan bagian dari penutupan akhir proyek. Hal ini berlaku pula dalam pembangunan Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga agar nantinya pelaksanaan proyek dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

 

2. Mananjemen Lingkup Proyek (Project Scope Management)

Area ini mendefenisikan ruang lingkup pekerjaan yang harus diselesaikan untuk menghasilkan deliverable (hasil kerja dari sebuah proyek) sesuai dengan spesifikasi dan jangka waktu yang ditetapkan.

  • Plan Scope Management: menjelaskan bagaimana ruang lingkup proyek didefenisikan, diverifikasi, dan dikontrol serta bagaimana WBS didefenisikan.
  • Collect Requirements: persyaratan rinci dari produk atau jasa diperinci
  • Define Scope: membuat scope statement yang menjabarkan jastifikasi proyek, penjelasan produk, deliverable dan tujuan proyek yang meliputi aspek biaya, mutu dan jadwal sebagai acuan untuk membuat WBS. Jalan Tol Parapat – Tarutung -Sibolga akan membuat wilayah Tapanuli Raya terkoneksi dengan kawasan pariwisata Danau Toba, ke Medan, ke Kuala Namu, ke Pelabuhan Belawan, ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan bahkan ke depan terkoneksi dengan tol Trans Sumatra, yang semuanya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi antar wilayah. Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga direncanakan memiliki panjang 102 kilometer.
  • Create WBS: menjabarkan scope statement menjadi suatu susunan deliverable yang mudah di-manage, serta dikelompokkan berdasarkan deliverable utama. WBS (Work Breakdown Structure) merupakan suatu metode pengorganisasian proyek atau pemecahan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. Hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik. Adapun WBS yang dapat diikuti dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol adalah sebagai berikut:

-  Pembebasan lahan: pembebasan lahan ini dilakukan oleh masing – masing pemerintah kabupaten yang meliputi daerah Parapat, Tarutung, dan Sibolga.

-   Pekerjaan persiapan: pembersihan lahan, pembangunan direksi kit dan gudang, melengkapi K3 dan Plang Nama

- Pekerjaan struktur bawah: pondasi, footingabutment, pekerjaan kolom pilar, dan pekerjaan pier head

-   Pekerjaan struktur atas: stressing girder, diafragna, dan RC plate

  • Validate Scope: mendapatkan persetujuan deliverable proyek secara formal. Persetujuan Pembagunan Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga diperoleh dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang diusulkan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani melalui surat ke Kementerian PUPR pada Selasa 12 Juli 2019 lalu.
  • Scope Control: mengontol perubahan yang terjadi dalam ruang lingkup proyek

 

3. Manajemen Waktu Proyek (Project Time Management)

Selama perencanaan, project manager harus membagi proyek menjadi tugas dan membuat jadwal (tanggal mulai dan selesai untuk setiap tugas) dan anggaran untuk setiap tugas. Sebagian besar perubahan proyek melibatkan perubahan jadwal dan disetujui oleh sponsor proyek. Area ini berhubungan dengan WBS yang telah dibuat dikarenakan setiap proses kerja perlu dilakukan estimasi waktu pengerjaan sesuai dengan ketetapan waktu pengerjaan proyek sebelumnya. Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028. Maka proyek ini memiliki durasi pengerjaan hingga tahun 2028. Dengan jangka waktu tersebut, project manager harus mampu mengestimasikan waktu dan membuat penjadwalan pada setiap proses kerja dengan baik sehingga proyek dapat selesai sebelum tahun 2028.

 

4. Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management)

Area ini meliputi proses perencanaan, estimasi budget, dan mengontrol biaya agar biaya proyek tidak melebihi anggaran yang ditetapkan. Estimasi biaya dilakukan dengan mempertimbangkan sumber daya, tenaga kerja, bahan, peralatan, dan setiap item biaya lainnya. Proyek Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga membutuhkan nilai investasi sebesar Rp28,488 triliun. Biaya ini tentunya telah melalui beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Dengan anggaran biaya tersebut, maka seorang project manager harus mampu mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan pembangunan proyek sehingga proyek tidak akan mengalami kerugian di akhir nanti dan proyek dapat terselesaikan sebagaimana diharapkan sebelumnya.

 

5. Manajemen Kualitas Proyek (Project Quality Management)

Kualitas adalah salah satu dari tiga kendala waktu, biaya, dan ruang lingkup. Ketika membutuhkan kualitas yang kebih baik, maka perlu memasukkan lebih banyak waktu atau biaya. Area ini adalah proses menentukan standar mutu yang sesuai untuk proyek dan cara pemenuhannya. Selain itu juga proses ini memonitor kesesuaian hasil proyek terhadap standar konfigurasi yang ditetapkan dan mengidentifikasi cara mengeliminasi penyebab kegagalan mutu. Estimasi dan pengalokasian dana menjadi salah satu faktor penentu kualiats hasil kerja yang diharapkan dari sebuah proyek, seperti kualitas Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga.

 

6. Manajemen Sumber Daya Manusia (Project Human Resource Management)

Tim proyek merupakan salah satu faktor paling penting dalam keberhasilan suatu proyek. Jika memiliki tim yang bagus, maka besar kemungkinan akan memiliki proyek yang sukses pula. Area ini berkaitan dengan mendapatkan tim yang tepat, memastikan kepuasan SDM, dan melacak kinerja SDM. Tim yang bagus merupakan tim yang sesuai dengan kualifikasi dan jumlah personel  yang dibutuhkan serta melakukan dokumentasi peran dan tanggungjawab personel tim untuk melaksanakan proyek. Tim yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga haruslah dari personal yang memiliki pengetahuan / kemampuan mengenai jalan tol sehingga akan terbentuk sebuah tim yang dapat bekerjasama dengan baik selama pembangunan jalan tol.

 

7. Manajemen Komunikasi Proyek (Project Communication Management)

Area ini bertujuan agar komunikasi dan aliran informasi proyek berjalan efektif dan efisien. Komunikasi dengan para pemangku kepentingan sering menjadi faktor kunci yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk merasa puas bahkan ketika perubahan yang tidak terduga terjadi. Dalam proses ini dilakukan perencanaan komunikasi proyek yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan stakeholder, seperti surat edaran investor, pembaruan kemajuan, dan perubahan proyek. Selama proyek dilaksanakan, rencana komunikasi dipraktekkan dan komunikasi harus dikelola secara aktif.

 

8. Manajemen Resiko Proyek (Project Procurement Management)

Area ini meliputi proses yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif risiko terhadap keberhasilan proyek. Pada dasarnya manajemen resiko pada proyek jalan tol melalui beberapa tahap seperti indentifikasi resiko, analisis resiko, serta respon resiko. Purnomo (2011) mengemukakan beberapa identifikasi resiko pada proyek jalan tol yang meliputi resiko karena faktor tanah, traffic, tarif, bunga, desain, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Sebelum proyek berlangsung, atau pada masa pendanaan dan perencanaan, resiko terbesar terletak pada faktor keuangan, pengadaan tanah, investasi, dan proses pengadaan barang dan aset. Pada masa konstruksi, resiko paling signifikan adalah proses pengadaan barang dan aset, serta kegagalan konstruksi. Sedangkan pada masa operasional jalan tol, resiko paling signifikan adalah proses pengadaan barang dan aset, keselamatan pegawai dan aset, serta citra perusahaan (Sonhadji, 2011). Purnomo (2011) mengemukakan bahwa ada empat teknik pengelolaan resiko, yaitu penghindaran resiko, pengurangan resiko, pemindahan resiko, dan penanganan resiko. Tingkat resiko dibagi menjadi tiga, yaitu resiko rendah, resiko moderat dan resiko tinggi.

Pengawasan dan kontrol terhadap resiko merupakan proses dari pengidentifikasian, analisis dan perencanaan terhadap resiko yang baru timbul, mengawasi terjadi atau tidaknya resiko yang ada dalam daftar, menganalisis kembali resiko yang sudah ada dalam daftar, memonitor kondisi yang tiba-tiba terjadi serta membuat rencana penyelesaiannya, memonitor resiko yang tersisa, dan mereview pelaksanaan rencana penanggulangan resiko serta mengevaluasi keefektifannya.


9. Manajemen Pengadaan Proyek (Project Procurement Management)

Area ini meliputi proses yang diperlukan untuk memenuhi pengadaan barang / jasa yang disediakan oleh vendor / kontraktor sesuai jadwal. Rencana pengelolaan pengadaan mengidentifikasi kebutuhan pengadaan luar proyek dan parameter dimana kontraktor akan diperoleh. Kontraktor dipekerjakan dengan melibatkan pembuatan pernyataan kerja, kerangka acuan, permintaan proposal, serta meminta tanggapan dan memilih vendor.
 

10. Manajemen Pemangku Kepentingan Proyek (Project Stakeholder Management)

Para pemangku kepentingan harus secara aktif dikelola dan ditangani dalam rencana manajemen proyek. Dalam proses ini dilakukan pengelolaan keterlibatan pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan / harapan mereka, mengatasi masalah saat terjadi, dan mendukung keterlibatan pemangku kepentingan. Adapun pemangku kepentingan dalam proyek Pembangunan Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga adalah:

  • Kementeriaan PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
  • Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
  • PT Hutama Karya (Persero)
  • Pemkab (Pemerintah Kabupaten)


Referensi:

https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2020/06/24/111169/hutama_karya_tol_parapat_tarutung_sibolga_ditarget_beroperasi_2028/ (diakses 17 Mei)

https://repository.bsi.ac.id/index.php/unduh/item/240931/0009-P02-MPSI.pdf (diakses 17 Mei)

Laksono, Muhamad Agung. 2020. Surabaya: Proyek Pembangunan Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (BECAKAYU) Seksi 2A Ujung. (17 Mei)

Nurdiana, Asri. 2011. “Aplikasi Manajemen Resiko Dari Persepsi Para Stakeholders (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I Ruas Tembalang-Gedawang)”. Tesis. Teknik Sipil. Universitas Diponegoro, Semarang.

PMBOK. (2008). A Guide to The Project Management Body of Knowledge, 4th Edition. An American National Standard. ANSI/PMI 99-001-2008. North Carolina,USA.

61 komentar:

  1. Infonya edukatif sekali dan penggunaan bahasa yang baik

    BalasHapus
  2. Materi dalam Artikel menarik dan penyampaian materi terstruktur dengan baik dan mudah dipahami. Dengan begitu saya semakin paham dengan manajemen proyek. Semangat berkarya..

    BalasHapus
  3. Artikel yang dipaparkan sungguh menarik dan informatif,penjelasan yang diberikan oleh penulis dapat memudahkan saya dalam lebih memahami manajemen proyek rekayasa. Terimakasih telah menulis artikel ini, Windi!

    BalasHapus
  4. Artikel yang sangat menarik! Ternyata Manajemen Proyek sangat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi engineer. Semangat penulis!

    BalasHapus
  5. Artikel yang sangat bermanfaat terimakasih windy, ditunggu next artikelnyaa

    BalasHapus
  6. Artikel yang menarik dan bermanfaat, serta disampaikan secara urut sehingga mudah dipahami.
    Semangat untuk tulisan selanjutnya.

    BalasHapus
  7. Sangat jelas dan menambah wawasan saya terhadap penerapan ilmu manajemen proyek rekayasa pada proyek nyata!

    BalasHapus
  8. Sangat menarik, informasi yang disediakan tentang jalan tol ini juga jelas serta mudah dipahami, terimakasih dan semangat terus untuk Windi ☺️

    BalasHapus
  9. wahh tulisan anda sangat menarik dan menambah wawasan saya terkait manajemen proyek.. terimakasih.. keep it up :)

    BalasHapus
  10. Tulisannya sangat bermanfaat dan menarik. Kalimatnya juga tidak bertele-tele sehingga tulisan dapat dengan mudah untuk dipahami. Terima kasih penulis.

    BalasHapus
  11. Trimakasih windi, contoh yang ditulis membuat saya semakin paham pentingnya manajemen proyek. Materi yang dimuat sangat terstruktur, ringkas namun informatif, dan bahasa yang digunakan juga sangat mudah dimengerti (on point). tetap berkarya!

    BalasHapus
  12. Analisisnya sangat keren

    Keep it up
    Semangat penuliss:)

    BalasHapus
  13. Artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan mengenai manajemen proyek. Ditunggu artikel-artikel selanjutnya

    BalasHapus
  14. Artikelnya keren, Terimakasih untuk penulis karena sudah memaparkan manajemen proyek rekayasa dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah untuk dimengerti dan sangat menambah wawasan.

    BalasHapus
  15. Artikel nya menarik, saya suka sekali.
    Semangat bestiee

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Artikelnya sangat informatif dan mudah dipahami

    BalasHapus
  18. Senang sekali mendapat informasi bermanfaat seperti ini.
    Materi yang disampaikan juga mudah untuk dimengerti.

    Semangat terus :)

    BalasHapus
  19. Selama ini sering mendengar mengenai proyek pembangunan jalan tol sekitar Parapat. Artikel ini benar-benar menambah wawasan saya mengenai proyek pembangunan jalan tol Parapat. Great Job!! Terimakasih untuk penulis

    BalasHapus
  20. Terimakasih windi, artikelnya sangat bagus penjelasan juga mudah untuk dipahami. Dari sini saya mengerti bagaimana manajemen sebuah proyek dengan baik agar hasilnya bagus, disini dipaparkan semua tahapan dalam memanajemen sebuah proyek.
    Good

    BalasHapus
  21. Artikelnya sangat menarik dan informatif. Materi terstruktur dengan baik dan mudah dipahami. Dengan begitu saya semakin paham dengan manajemen proyek. Terimakasih dan Semangat berkarya penulis ..

    BalasHapus
  22. Aetikel yang sangat menarikkk dan informatiff
    Tetap semangatt yaa

    BalasHapus
  23. terimakasih penulis, tulisannya sangat bermanfaat dan edukatif

    BalasHapus
  24. Artikel dan penjelasannya sangat terperinci dan mudah dipahami, saya akhirnya tau bagaimana manajemen proyek digunakan dalam proyek tol yang masih terbilang baru saya dengar

    BalasHapus
  25. terimakasih kak windy Artikel dan penjelasannya sangat terperinci dan mudah dipahami,Senang sekali mendapat informasi bermanfaat seperti ini.

    BalasHapus
  26. Hai penulis.. Terimakasih buat artikelnyaa.. sangat bermanfaar buat menambah informasi. Sehat selalu ya Windi❤️

    BalasHapus
  27. Terimakasih, saya jadi lebih mengerti mengenai Manajemen Proyek dan selain itu saya juga jadi lebih tahu bagaimana manajemen proyek pada Pembangunan Jalan Tol Parapat - Tarutung - Sibolga

    BalasHapus
  28. contoh yang diberikan memudahkan saya untuk memahami penerapan manajemen proyek, keren! sedikit saran, masih ada kata yang typo yang perlu diperbaiki, keep it up!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, terimakasih untuk sarannya.
      Semoga ke depan dapat menyajikan karya dengan penulisan yang lebih baik lagi.

      Hapus
  29. Artikelnya menarik , dengan mengambil studi pembangunan jalan tol parapat πŸ‘

    BalasHapus
  30. terimakasih untuk informasinya

    BalasHapus
  31. Artikelnya menarik untuk dipahami, sangat menambah wawasan pembaca, terimakasih untuk informasi ini

    BalasHapus
  32. Artikel yang menarik untuk dibaca, berisikan informasi bbermanfaat bagi pembaca.. Semoga semakin jaya kedepannya..

    BalasHapus
  33. wahh.. artikel ini menarik dan bahasanya mudah dipahami serta menambah wawasan saya. Terimakasih Windi, Good Job

    BalasHapus
  34. Keren, artikenya informatif sekali. Terimakasih artikelnya yaa, sehat selalu, Kak

    BalasHapus
  35. Artikelnya mengandung isi yang sangat bermanfaat. Penulis mampu menjelaskan secara baik mengenai manajemen proyek dengan jelas dan mudah dipahami. Materi ini akan sangat membantu khususnya sebagai referensi untuk mengerjakan tugas mata kuliah yang berkaitan. Terimakasih telah berbagi pengetahuannya

    BalasHapus
  36. artikelnya sangat menarik, semangat terus buat penulisnya ya. ditunggu artikel selanjutnya. salam sukses :)

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  38. Terimakasih untuk artikel nya
    Isi dari artikel nya sungguh bermanfaat dan sangay banyak memberi informasi yang berkualitas
    Semangat terus untuk penulis
    Semoga bisa membuat artikel yang lebih bagus kedepannya :)

    BalasHapus
  39. Keren, artikenya informatif sekali. Terimakasih artikelnya yaa, sehat selalu to

    BalasHapus
  40. Artikel ini sangat mengedukasi , tulisannya dengan menggunakan bahasa sederhana membuat pembaca mudah memahaminya . Sangat menarik dibagian tahapan scope Management . Semangat dan terimakasih penulis !! πŸ™πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
  41. Wahh artikel yang kamu buat sangat menarik winn. Dengan contoh yang kamu berikan membuat saya menjadi lebih paham tentang penggunaan manajemen proyek rekayasa di sebuah proyek. Terimakasih windi~

    BalasHapus
  42. Saya sangat suka dengan artikel ini. Terimakasih kepada penulis yang sudah mengedukasi. Saya jadi bnyak tau tentang manajemen proyek πŸ€—

    BalasHapus
  43. Terimakasih untuk penulis. Karena ini saya jadi lebih mengerti mengenai Manajemen Proyek dan selain itu saya juga jadi lebih tahu bagaimana manajemen proyek pada Pembangunan Jalan Tol yang ada di Sumatra.

    BalasHapus
  44. Artikel yang sangat bermanfaat menurut saya, materi yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh pembaca, tetap semangat dan terus berkarya untuk penulis

    BalasHapus
  45. hi thor
    makasi buat pembahasannya
    studi kasus yang dipilih sangat menarik
    namun saya ingin bertanya
    saat pandemi skarang
    bagaimana manajemen proyek dapat diaplikasikan untuk menghadapi masalah terkait pandemi saat ini untuk studi kasus yang dipilih ?
    thank you thor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, terimakasih untuk pertanyannya.
      Pada situasi dan kondisi seperti ini, diharapkan project manager fokus pada 3 hal. Pertama, mengelola pengaturan tempat kerja baru bagi tim yang tidak harus bekerja langsung di tempat pembangunan proyek seperti pembangunan Jalan Tol Parapat - Tarutung - Sibolga. Hal ini untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19 yang akan dihadapai nantinya. Kedua, menyiapkan kompetensi baru. Seorang project manager perlu dibekali keterampilan virtual dalam hal menyusun target, memberikan coaching, dan memberikan feedback terhadap penilain kinerja proyek. Ketiga adalah mengelola perubahan budaya. Sejatinya, kegiatan Project Management ini dapat dilakukan dari jarak jauh dengan berbagai tools yang ada. Meeting tetap diperlukan pada Manajemen Proyek jarak jauh, baik internal ataupun eksternal meeting, hal ini sebagai bentuk koordinasi tim. Untuk pelaksanaan proyek kontstruksi seperti pembangunan Jalan Tol Parapat - Tarutung - Sibolga dimana terdapat beberapa tim yang harus bekerja di lokasi pembangunan, maka perlu membentuk satgas pencegahan COVID-19 yang dilakukan oleh pengguna jasa dan penyedia jasa, menyediakan fasilitas pencegahan COVID-19, dan mengedukasi semua anggota tim untuk menjaga diri dari COVID-19. Hal ini juga dapat dilaksanakan melalui penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) selama proyek berlangsung. Oleh sebab itu, project progress report harus tetap dilakukan walaupun seluruh tim tidak bertemu secara langsung. Hal ini bertujuan untuk menjaga Triple Constraint project, yaitu Cost, Schedule, dan Budget. Sharing data maupun monitoring tim juga dapat dilakukan secara virtual dengan berbagai tools.
      Semoga membantu

      Hapus
  46. Artikel nya sangat menarik! Good job, windi!

    BalasHapus
  47. Terimakasih telah membuat artikel menarik dan informatif, ditunggu karya selanjutnya. Salam semangat!

    BalasHapus
  48. Artikelnya sangat menarik dan menambah wawasan. πŸ‘Terimakasih penulis. Ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  49. Terimakasih kepada penulis telah menerbitkan artikel yang menarik dan bermamfaat mengenai manajemen proyek. Great.

    BalasHapus
  50. Materi dipaparkan dengan baik sehingga mudah saya pahami. Saya semakin paham apa itu manajemen proyek, terima kasih penulis

    BalasHapus
  51. Materi yang disampaikan sangat informatif sehingga dapat menambah wawasan pembaca terkait manajemen proyok serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga dilengkapi dengan gambar dan bahasa yang digunakan juga mudah untuk dipahami. Terimakasih kak telah berbagi :)

    BalasHapus
  52. Senang sekali mendapat informasi bermanfaat seperti ini.
    Materi yang disampaikan juga mudah untuk dimengerti.

    Semangat terus :)

    BalasHapus
  53. Terima kasih, untuk tulisannya Windi.. Sangat bermanfaat bagi pembaca. Semangat untuk tulisan-tulisan yang lainnya..
    Tetap sehat yaa penulis..

    BalasHapus
  54. Artikelnya bermanfaat sekali dan menambah wawasan saya mengenai pembangunan jalan tol yang ada di parapat selama ini dibicarakan
    Terimakasih windi

    BalasHapus
  55. Materi yang disajikan dapat dipahami
    Sangat bermamfaat

    BalasHapus
  56. Informasinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami, terimakasih penulis. Terus berkarya..

    BalasHapus
  57. Artikel nya sangat bagus dan bermanfaat dan wawasan saya mengenai pembangunan jalan tol ini yang ada di parapat sangat cocok.

    Semangat windi sitorus πŸ’ͺ😁

    Semangat buat pariban windi 😁

    BalasHapus

Penerapan Manajemen Proyek (Studi Kasus: Pembangunan Jalan Tol Parapat - Tarutung - Sibolga) Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas pada ma...